< X O X O
Review: Melbourne
POSTED ON Kamis, 29 Agustus 2013 AT 05.51 \\





Judul : Melbourne

Penulis : Winna Efendi

Penerbit : Gagas Media

Tahun : 2013

Halaman : 324 Halaman







Pembaca tersayang,
Kehangatan Melbourne membawa siapa pun untuk bahagia.

Winna Efendi menceritakan potongan cerita cinta cinta dari Benua Australia, semanis karya-karya sebelumnya: Ai, Refrain, Unforgettable Moment, Remember When, dan Truth or Dare.

Seperti kali ini, Winna Efendi menulis tentang masa lalu, jatuh cinta, dan kehilangan.

Max dan Laura dulu pernah saling jatuh cinta, bertemu lagi dalam satu celah waktu. Cerita Max dan Laura pun bergulir di sebuah bar terpencil di daerah West Melbourne. Keduanya bertanya-tanya tentang perasaan satu sama lain. Bermain-main dengan keputusan, kenangan, dan kesempatan mempertaruhkan hati diatas harapan yang sebenernnya kurang pasti.

***

Ini kayaknya novel dalam jangka waktu membaca yang paling lama yang pernah saya lakukan. Bukan, bukan karena novel ini membosankan. Tetapi, karena tugas-tugas yang selalu menuntut untuk dikerjakan terlebih dahulu dan meminta saya untuk meninggalkan novel ini sejenak. Well, walaupun lama tapi selesai juga. Latar tempatnya bagus, Melbourne. Karakter Max masuk list karakter favorite. Cowok-cowok di novel emang selalu jadi yang paling ter-favorite.

'A song tells the story of your life; there's always a personal history attached to it"

I don't know why you guys like or love that song or for what. Tapi pasti di setiap lagu yang masuk ke daftar favorite list mempunyai cerita. Entah itu lagu tenang dirinya yang nggak bisa move on, entah tentang cinta bertepuk sebelah tangan, entah bahkan lagu tersebut adalah lagu favorite orang yang menurut kalian someone special. Seperti saya, misalnya: you-ten2five.

"Tapi, siapa yang bisa mengukur takaran kebahagiaan sesungguhnya? Kita bahagia dengan apa yang kita punya, itu sudah cukup. Happiness is a matter of perspective"

Untuk yang satu ini, emang bener. Siapa yang punya alat untuk ngukur kebahagiaan manusia? Manusia bisa bahagia dengan apa yang udah dimiliki. Bahkan manusia bisa bahagia untuk hal yang paling sederhana, misalnya: duduk sebelahan sama orang yang lagi disuka.

"Isn't that what love is? Being scared, then being brave, because of that one person."

Setiap orang pasti mau bisa milikin orang yang dia sayang. Tapi, kenyataannya gak segampang itu. Ini realita. Bukan dunia dongeng yang bisa dibikin pake imajinasi dan sesuka hatinya orang. Dan, dalam menyukai atau bahkan mencintai seseorang pasti akan ada rasa takut. Dalam hal ini terkadang ada rasa takut dan berani yang jadi satu. Misal: berani lewat depan kelasnya, terus pas ketemu malah takut gara-gara gak bisa ngontrol perasaan sendiri.

"Sometimes, don't you wish you're not thinking of them?"

Kalau bisa berharap, hal ini hal yang paling dipengenin sebenernya. Because, overthinking just kills your happiness. Right? Ada beberapa hal yang pengennya bisa dihapus, dihilangkan untuk sementara atau bahkan selamanya. But, back to reality, nggak semua yang kita pengen bisa terpenuhi.

"Setiap tempat punya cerita"

Setiap tempat, pasti punya cerita. Dimana tempat itu bisa saja menjadi tempat yang tidak akan pernah dilupakan atau bahkan menjadi tempat yang paling dibenci. Dimana tempat itu mempertemukan kalian dengan seseorang yang mungkin sekarang jadi orang yang spesial. Kita ngga akan pernah tau tempat mana saja yang akan menghasilkan cerita yang membuat kita tertawa, bahagia, atau bahkan menangis.