Sepotong Kisah Pilu
POSTED ON Senin, 29 Oktober 2012 AT 03.58 \\
Dia cantik. Sangat cantik bagimu.
Berbanding terbalik dengan diriku.
Tidak ada apa-apanya, buruk sekali.
Seharusnya sejak awal kau tidak perlu mengungkapkannya.
Seharusnya kau tidak perlu memilihku.
Karena aku memang tidak pantas.
Seharusnya dia, bukan aku, dari awal.
Apa yang bisa aku harapkan? tidak ada.
Kau pergi, tapi tidak membawa serta sakit ini.
Begitukah caramu?
Aku iri dengan dirinya,
yang bisa dengan mudahnya berdiri disampingmu
dan mendapatkan senyumanmu itu.
Aku tersingkir.....
Tersingkir oleh orang-orang yang lebih mampu membuatmu bahagia.
Kau tahu? Aku rindu senyum itu.
Senyum yang selalu menyambutku di ujung koridor sekolah.
Aku ingin terus melihat senyum itu.
Walau aku tahu tidak selamanya senyum itu menjadi milikku
dan untukku.
Sekarang, aku tidak bisa merasakannya lagi.
Aku sudah lupa,
bagaimana jarak antara jemariku terisi oleh kehangatan jemarimu.
Aku sudah lupa,
bagaimana lenganmu melingkari bahuku dan mendekap ku erat.
Aku sudah lupa,
bagaimana nyamannya bersandar dipundakmu.
Kau pasti lebih cepat melupakannya,
bukan begitu caramu?
Jika iya, aku mengerti.
Aku memang tak seperti dirinya.
Tapi apakah dia bisa mencintaimu dengan tulus seperti yang ku lakukan?
Kau tahu?
Rindu ini begitu menyesekkan.
Rindu terhadap semua yang ada pada dirimu yang tak pernah bisa kembali.
Sekarang, aku hanya berdoa
meminta agar kau bahagia dengan pilihanmu.
Label: fiksi
A taurus who born in 1998